PENDUKUNG SUNNAH
Dan apa apa yang diberikan Rosul kepadamu maka terimalah dan apa yang dilarang Rosul bagimu maka tinggalkanlah
Rabu, 08 Oktober 2014
Minggu, 28 September 2014
Puasa Arafah Berbeda dengan Hari Arafah
Jika terjadi
perbedaan dalam menentukan tanggal 9 Dzulhijjah, antara pemerintah Indonesia
dengan Saudi, mana yang harus diikuti? Kami bingung dalam menentukan kapan
puasa arafah?
Jawab:
Bismillah
was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du
Ulama
berbeda pendapat dalam masalah ini,
Pertama, puasa arafah mengikuti wuquf di
arafah.
Ini
merupakan pendapat Lajnah Daimah (Komite Fatwa dan Penelitian Ilmiyah) Arab
Saudi. Mereka berdalil dengan pengertian hari arafah, bahwa hari arafah adalah
hari dimana para jamaah haji wukuf di Arafah. Tanpa memandang tanggal berapa
posisi hari ini berada.
Dalam salah
satu fatwanya tentang perbedaan tanggal antara tanggal 9 Dzulhijjah di luar
negeri dengan hari wukuf di arafah di Saudi, Lajnah Daimah menjelaskan,
يوم عرفة هو
اليوم الذي يقف الناس فيه بعرفة، وصومه مشروع لغير من تلبس بالحج، فإذا أردت أن
تصوم فإنك تصوم هذا اليوم، وإن صمت يوماً قبله فلا بأس
Hari arafah
adalah hari dimana kaum muslimin melakukan wukuf di Arafah. Puasa arafah
dianjurkan, bagi orang yang tidak melakukan haji. Karena itu, jika anda ingin
puasa arafah, maka anda bisa melakukan puasa di hari itu (hari wukuf). Dan jika
anda puasa sehari sebelumnya, tidak masalah. (Fatawa Lajnah Daimah, no. 4052)
Kedua, puasa arafah sesuai tanggal 9
Dzulhijjah di daerah setempat
Karena
penentuan ibadah yang terkait dengan waktu, ditentukan berdasarkan waktu dimana
orang itu berada. Dan hari arafah adalah hari yang bertepatan dengan tanggal 9
Dzulhijjah. Sehingga penentuannya kembali kepada penentuan kalender di mana
kaum muslimin berada.
Pendapat ini
ditegaskan oleh Imam Ibnu Utsaimin. Beliau pernah ditanya tentang perbedaan
dalam menentukan hari arafah. Kita simak keterangan beliau,
والصواب أنه
يختلف باختلاف المطالع ، فمثلا إذا كان الهلال قد رؤي بمكة ، وكان هذا اليوم هو
اليوم التاسع ، ورؤي في بلد آخر قبل مكة بيوم وكان يوم عرفة عندهم اليوم العاشر
فإنه لا يجوز لهم أن يصوموا هذا اليوم لأنه يوم عيد ، وكذلك لو قدر أنه تأخرت
الرؤية عن مكة وكان اليوم التاسع في مكة هو الثامن عندهم ، فإنهم يصومون يوم
التاسع عندهم الموافق ليوم العاشر في مكة ، هذا هو القول الراجح ، لأن النبي صلى
الله عليه وسلم يقول ( إذا رأيتموه فصوموا وإذا رأيتموه فأفطروا )
Yang benar,
semacam ini berbeda-beda, sesuai perbedaan mathla’ (tempat terbit hilal).
Sebagai contoh, kemarin hilal sudah terlihat di Mekah, dan hari ini adalah
tanggal 9 Dzulhijjah. Sementara di negeri lain, hilal terlihat sehari sebelum
Mekah, sehingga hari wukuf arafah menurut warga negara lain, jatuh pada tanggal
10 Dzulhijjah, maka pada saat itu, tidak boleh bagi mereka untuk melakukan
puasa. Karena hari itu adalah hari raya bagi mereka.
Demikian
pula sebaliknya, ketika di Mekah hilal terlihat lebih awal dari pada negara
lain, sehingga tanggal 9 di Mekah, posisinya tanggal 8 di negara tersebut, maka
penduduk negara itu melakukan puasa tanggal 9 menurut kalender setempat, yang
bertepatan dengan tanggal 10 di Mekah. Inilah pendapat yang kuat. Karena Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إذا رأيتموه
فصوموا وإذا رأيتموه فأفطروا
Apabila
kalian melihat hilal, lakukanlah puasa dan apabila melihat hilal lagi, (hari
raya), jangan puasa. (Majmu’ Fatawa Ibnu Utsaimin, volume 20, hlm. 28)
Dari
keterangan di atas, kita bisa memahami bahwa perbedaan penentuan hari arafah,
kembali kepada dua pertimbangan:
Pertama, apakah perbedaan tempat terbit
hilal (Ikhtilaf Mathali’) mempengaruhi perbedaan dalam penentuan tanggal
ataukah tidak.
Mayoritas
ulama berpendapat bahwa dalam menentukan tanggal awal bulan, kaum muslimin di
seluruh dunia disatukan. Sehingga perbedaan tempat terbit hilal tidak
mempengaruhi perbedaan tanggal.
Sementara
sebagian ulama berpendapat bahwa perbedaan mathali’ mempengaruhi perbedaan
penentuan awal bulan di masing-masing daerah. Ini meruakan pendapat Ikrimah,
al-Qosim bin Muhammad, Salim bin Abdillah bin Umar, Imam Malik, Ishaq bin
Rahuyah, dan Ibnu Abbas. (Fathul Bari, 4/123).
Dari dua
pendapat ini, insyaaAllah yang lebih mendekati kebenaran adalah pendapat kedua.
Adanya perbedaan tempat terbit hilal, mempengaruhi perbedaan penentuan tanggal.
Hal ini berdasarkan riwayat dari Kuraib – mantan budak Ibnu Abbas –, bahwa Ummu
Fadhl bintu al-Harits (Ibunya Ibnu Abbas) pernah menyuruhnya untuk
menemui Muawiyah di Syam, dalam rangka menyelesaikan suatu urusan.
Kuraib
melanjutkan kisahnya,
Setibanya di
Syam, saya selesaikan urusan yang dititipkan Ummu Fadhl. Ketika itu masuk
tanggal 1 ramadhan dan saya masih di Syam. Saya melihat hilal malam jumat.
Kemudian saya pulang ke Madinah. Setibanya di Madinah di akhir bulan, Ibnu
Abbas bertanya kepadaku
“Kapan kalian
melihat hilal?” tanya Ibnu Abbas.
“kami
melihatnya malam jumat.” Jawab Kuraib.
“Kamu
melihatnya sendiri?” tanya Ibnu Abbas.
“Ya, saya
melihatnya dan masyarakatpun melihatnya. Mereka puasa dan Muawiyahpun
puasa.” Jawab Kuraib.
Ibnu Abbas
menjelaskan,
لكنا رأيناه
ليلة السبت، فلا نزال نصوم حتى نكمل ثلاثين أو نراه
“Kalau kami
melihatnya malam sabtu. Kami terus berpuasa, hingga kami selesaikan selama 30
hari atau kami melihat hilal Syawal.”
Kuraib
bertanya lagi,
“Mengapa
kalian tidak mengikuti rukyah Muawiyah dan puasanya Muawiyah?”
Jawab Ibnu
Abbas,
لا هكذا
أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم
“Tidak,
seperti ini yang diperintahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada
kami.” (HR. Muslim 2580, Nasai 2111, Abu Daud 2334, Turmudzi 697, dan yang
lainnya).
Kedua, batasan hari arafah
Sebagian
ulama menyebutkan bahwa puasa arafah adalah puasa pada hari di mana jamaah haji
melakukan wukuf di arafah. Tanpa mempertimbangkan perbedaan tanggal dan waktu
terbitnya hilal.
Sementara
ulama lain berpendapat bahwa hari arafah adalah hari yang bertepatan dengan
tanggal 9 Dzulhijjah. Sehingga sangat memungkinkan masing-masing daerah
berbeda.
Ada satu
pertimbangan sehingga kita bisa memilih pendapat yang benar dari dua keterangan
di atas. Terlepas dari kajian ikhtilaf mathali’ (perbedaan tempat terbit hilal)
di atas.
Kita sepakat
bahwa islam adalah agama bagi seluruh alam. Tidak dibatasi waktu dan zaman,
sebelum tiba saatnya Allah mencabut islam. Dan seperti yang kita baca dalam
sejarah, di akhir dakwah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, islam sudah
tersebar ke berbagai penjuru wilayah, yang jarak jangkaunya cukup jauh. Mekah
dan Madinah kala itu ditempuh kurang lebih sepekan. Kemudian di zaman para
sahabat, islam telah melebar hingga dataran syam dan Iraq. Dengan alat transportasi
masa silam, perjalanan dari Mekah menuju ujung wilayah kaum muslimin, bisa
menghabiskan waktu lebih dari sebulan.
Karena itu,
di masa silam, untuk mengantarkan sebuah info dari Mekah ke Syam atau Mekah ke
Kufah, harus menempuh waktu yang sangat panjang. Berbeda dengan sekarang, anda
bisa menginformasikan semua kejadian yang ada di tanah suci ke Indonesia, hanya
kurang dari 1 detik. Sehingga orang yang berada di tempat sangat jauh
sekalipun, bisa mengetahui kapan kegiatan wukuf di arafah, dalam waktu
sangat-sangat singkat.
Di sini kita
bisa menyimpulkan, jika di masa silam standar hari arafah itu mengikuti
kegiatan jamaah haji yang wukuf di arafah, tentu kaum muslimin yang berada di
tempat yang jauh dari Mekah, tidak mungkin bisa menerima info tersebut di hari
yang sama, atau bahkan harus menunggu beberapa hari.
Jika ini
diterapkan, tentu tidak akan ada kaum muslimin yang bisa melaksanakan puasa
arafah dalam keadaan yakin telah sesuai dengan hari wukuf di
padang arafah. Karena mereka yang jauh dari Mekah sama sekali buta dengan
kondisi di Mekah.
Ini berbeda
dengan masa sekarang. Hari arafah sama dengan hari wukuf di arafah, bisa
dengnan mudah diterapkan. Hanya saja, di sini kita berbicara dengan standar
masa silam dan bukan masa sekarang. Karena tidak boleh kita
mengatakan, ada satu ajaran agama yang hanya bisa diamalkan secara sempurna di
zaman teknologi, sementara itu tidak mungkin dipraktekkan di masa silam.
Oleh karena
itu, memahami pertimbangan di atas, satu-satunya yang bisa kita jadikan acuan
adalah penanggalan. Hari arafah adalah hari yang bertepatan dengan tanggal 9
Dzulhijjah, dan bukan hari jamaah haji wukuf di Arafah. Dengan prinsip ini,
kita bisa memahammi bahwa syariat puasa arafah bisa dipraktekkan kaum muslimin
di seluruh penjuru dunia tanpa mengenal batas waktu dan tempat.
Allahu
a’lam.
Dijawab
oleh: Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)
Rabu, 16 Juni 2010
Takutlah Neraka
Daripada 'Adi bin Hatim r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Tiada seorang pun dari kamu, melainkan akan diajak bicara oleh Tuhannya, tidak
ada antara dia dengan Tuhannya seorang penterjemah pun."
"Orang itu lalu melihat ke arah kanannya, tetapi tidak ada yang dilihat
olehnya, melainkan amalan yang telah ia lakukan sebelum itu, dan ia melihat ke
arah kirinya, maka tidak ada yang dilihat olehnya melainkan amalan yang ia
lakukan sebelum itu,seterusnya ia melihat ke arah mukanya, maka tidak ada yang
dilihat olehnya melainkan neraka yang ada di hadapannya itu."
"Maka dari itu, takutlah engkau semua pada siksa api neraka, sekalipun dengan
jalan sedekah dengan belahan kurma."
(Muttafaq 'alaih)
MERAWAT HARDDISK
Merawat Harddisk, Menyelamatkan Data
Ditulis pada Sabtu, 26 September 2009 22:04:48 | Dibaca sebanyak : 2266 kali
Pernah kehilangan data? Kalau pertanyaan ini ditujukan padaku, maka aku akan menjawab sangat sering sekali. Mulai dari harddisk yang rusak (bad sector atau file system error), tak sengaja me-format partisi, kesalahan dalam me-burning cd secara multi session, ceroboh menghapus file, dan lain sebagainya. Nah, dalam artikel ini, aku akan berbagi beberapa tips untuk mencegah kehilangan data akibat harddisk yang rusak, suatu hal yang telah cukup bersahabat dengan diriku beberapa tahun belakangan ini.
Hindari Hard Shutdown
Hard Shutdown? Apaan tuh? Hehe, maaf, aku kurang tahu kata-kata ini ada atau tidak dalam dunia komputer, tapi sepertinya aku pernah baca tentang Hard Shutdown ini. Intinya, hindari mematikan komputer tanpa melalui ritual log off, shutting down, dan turn off. Jadi, bila ingin mematikan komputer, ya gunakanlah fitur shutdown yang telah disediakan oleh OS (Operating System). Jangan asal tekan tombol power aja. Emang sih, kalau tekan tombol power dijamin bakalan lebih cepat, tapi masak anak gaoel matiin komputer kayak gitu? Xixixi.
Hal lain yang juga perlu diperhatiin adalah listrik mati, kompi not responding aka nge-hang, BSOD (Blue Screen of Death), dan lain sebagainya yang memaksa komputer untuk mati tanpa melalui ritualnya. Untuk kasus listrik mati, mungkin dapat kita akali dengan penggunaan UPS (Uninterupt Power Supply). Btw, emang hard shutdown berpengaruh terhadap kesehatan harddisk? Hmm, kurang tahu juga sih, tapi kalau dipikir, sepertinya berpengaruh. Kapan-kapan kalau sudah ketemu penjelasan yang masuk akal, insya Allah bakal aku share.
Hindari Re-Format yang Tak Perlu
Saat melakukan format, harddisk akan bekerja lebih berat dari kondisi normal. Oleh karenanya, usahakan untuk melakukan format di saat yang benar-benar dibutuhkan saja. Perhitungan ukuran partisi yang tepat sebelum melakukan format adalah cara termudah untuk mengurangi format yang tak perlu. Maka, sebelum me-install operating system dan atau membuat partisi baru di harddisk, tentukan dengan teliti berapa space yang akan digunakan untuk masing-masing partisi. Konon di linux dengan pengelolaan secara LVM (Logical Volume Manager), kita dapat me-resize ukuran suatu partisi tanpa perlu melakukan pemformatan ulang. Canggih ya!!?
Gunakan Aplikasi yang Sesuai dengan Kondisi Kompimu
Ini kebiasaan orang-orang seperti diriku yang bisa dibilang kurang beruntung dalam menghadapi cepatnya perkembangan teknologi. Di era processor core2duo, masih harus puas memakai pentium III. Di saat sudah jamannya ram ddr3, harus rela menggunakan sdram. Sudah trennya dual vga sli atau cross fire, masih rela pakai vga on board. Malang benar nasib pecinta IT seperti ini. Hehehe.
Nah, bila kompimu jadul, maka jangan perkosa dia dengan me-install aplikasi-aplikasi berat yang tak sanggup dijalankan olehnya. Sekilas info, "Memperkosa Komputer" adalah kata-kata dari Pak Adi Wibawa, guru TIK ku di SMA 5 Semarang dulu. Beliau menggunakan kata-kata ini untuk menasehati murid-muridnya yang pada waktu itu terpaksa harus menggunakan kompi Pentium I dan II untuk praktek mapel TIK. "Bersabarlah dalam menggunakan komputer-komputer ini, jangan samakan dengan komputer yang ada di rumahmu, perlakukanlah semanusiawi mungkin, jangan diperkosa." Begitulah kira-kira wanti-wanti Beliau.
Berdasarkan pengamatanku terhadap komputer-komputer "jangkrik" (termasuk komputerku, hehe), bila digunakan untuk menjalankan aplikasi yang cukup berat, maka yang paling kerasa selain lemotnya proses input-output adalah bunyi harddisk yang sepertinya harus ikut kerja keras untuk membantu terselesainya suatu proses. Hehe, maaf, mungkin cukup lebay. Tapi begitulah.
Sabar Dalam Copy-Move-Paste
Alon-alon asal kelakon. Pelan-pelan asal tercapai tujuannya. Yup, jangan tergesa-gesa dalam me-copy-move-paste data ke dalam dan atau ke luar harddisk. Kadang proses copy-move-paste yang seharusnya hanya butuh waktu 1 menit, bisa menjadi 20 menit akibat kebanyakan melakukannya secara bersamaan. Sudah harddisk harus bekerja lebih berat, eh proses copy-move-paste bukannya jadi lebih cepat, malah tambah lama. Hehe. Maka, sebaiknya lakukan satu per satu saja.
Scan dan Defrag Harddisk Secara Rutin
Terutama setelah mengalami hard-shutdown, sangat disarankan untuk me-scan file system (atau lebih dikenal chkdsk di xp dan fsck di linux) harddisk. Kalau pada partisi harddisk ada yang menggunakan file system FAT32, maka otomatis windows akan me-scan partisi tersebut saat start-up. Entah kenapa, kok di file system NTFS malah fitur ini tidak aktif. Hmm, entar deh, aku akan coba baca-baca kembali modul kuliahku, sepertinya dulu aku pernah baca alasannya di salah satu ebook dari pak dosen.
Sedang defragmentasi cukup penting untuk menata ulang blok-blok data di harddisk. Kalau di linux, konon tak butuh defrag, karena manajemen data di linux konon lebih baik daripada di windows. Kalau di linux, antara file yang satu dengan file yang lain terdapat beberapa blok harddisk yang sengaja dikosongkan untuk keperluan pembengkakan file tersebut.
Misal file A menempati blok 1 dan 2, maka file B akan mulai diletakkan pada blok 5. Ke mana blok 3 dan 4? Nah, kedua blok itu digunakan sebagai cadangan untuk keperluan pengeditan file A. Misal suatu saat kita mengedit file A, sehingga kini file A butuh 3 blok di harddisk, maka file A tersebut kini akan menempati blok nomor 1-3. Dengan begini, kecil kemungkinannya untuk terjadi fragmentasi.
Sedang kalau di windows, bila ada file A menempati blok 1-3, maka file B akan langsung menempati blok ke-4. Tidak ada ruang kosong antara file A dan B. Bila kelak kita mengedit file A, sehingga ukurannya membengkak, maka file tersebut akan dipindahkan ke blok kosong lain yang cukup untuk menampung file tersebut. Akibat pemindahan file A ini, maka blok ke 1 hingga 3 kini kosong, dan terjadilah fragmentasi di harddisk. Sampai saat ini, file A dan B masih tersimpan dalam blok yang berurutan. Namun, suatu saat, bila blok kosong berurutan yang tersedia tidak cukup untuk menyimpan sebuah file, maka file tersebut akan dipecah, dan pecahan-pecahan tersebut akan diletakkan di blok-blok yang terpisah satu sama lain, tidak berurutan lagi.
Nah, akibat penyimpanan file yang tidak teratur inilah yang menyebabkan harddisk bekerja keras untuk mengakses sebuah file. Misal file C yang menempati blok 1-3, 9-19, dan blok 25-35, maka head baca harddisk harus mencari potongan-potongan file C tersebut sebanyak 3 kali. Bila sudah terlalu banyak fragmentasi di harddisk, maka alangkah baiknya kita melakukan defragmentasi untuk menata ulang blok-blok data, sehingga setiap file kini dapat menempati blok-blok yang berurutan, sehingga dapat meringankan kerja harddisk karena tidak perlu lagi mencari potongan-potongan data yang tersebar di dalam harddisk.
Cegah Virus Menyebar di Komputer
Virus (malware, spyware, worm, trojan, dll), sesuatu yang sangat akrab dengan pemakai windows. Walaupun masih cukup sedikit virus yang melakukan perusakan langsung secara fisik terhadap harddisk, namun virus yang hanya memperbanyak dirinya pun bisa dibilang cukup mengganggu. Kebanyakan virus berkembang biak dengan cara membuat copyan dirinya di tiap root folder dengan memakai nama folder yang ada dan menyembunyikan folder yang asli. Jadi, yang akan tampak di explorer adalah file virus yang berikon folder. Bila kita mengklik file virus berikon folder tersebut, maka kita akan secara otomatis menjalankan virus tersebut. File virus yang aktif ini mungkin akan me-scan seluruh partisi untuk mencari folder-folder yang belum terinfeksi, baru kemudian akan membukakan folder yang asli.
Bayangkan apabila di dalam harddisk kita terdapat 10 ribu folder, dan sebuah virus berkembang biak di harddisk tersebut dengan cara membuat copyan dirinya terus menerus sejumlah folder yang ada, betapa berat kerja harddisk disebabkan tingkah laku virus ini. Oleh karenanya, sebisa mungkin cegah virus menyebar di komputermu. Langkah paling mudah adalah dengan mematikan autorun dan menggunakan antivirus yang up to date. Artikel berikutnya insya Allah aku akan membahas tips untuk masalah ini lebih mendalam.
Jangan Gunakan Fitur Turn Off Harddisk dan Stand By
Entah benar atau tidak, tapi sepertinya fitur turn off harddisks yang ada di windows cukup berbahaya bagi fisik harddisk. Beberapa kali harddisk komputerku mulai bunyi kretek-kretek setelah menggunakan fitur ini. Bahkan ada yang jadi bad sector sampai gak bisa dipakai lagi. Kurang tahu juga sih, apakah disebabkan fitur ini atau aplikasi yang terlalu berat di komputer jadul. Hehe.
Namun, keadaan serupa juga terjadi di harddisk soulmate baruku compaq cq515 yang baru kubeli. Belum ada seminggu kupakai, eh, sesekali timbul bunyi kretek-kretek di daerah sekitar harddisk, tepatnya di bagian kanan bawah laptop. Wah, gawat nih. Semula ingin komplain ke toko tempat aku membelinya, tapi setelah kupikir-pikir, "sepertinya fitur turn off harddisk dan stand by patut dicurigai nih." Niat hati ingin menghemat baterai, eh, malah harddisknya yang kena. Tak perlu pikir panjang, langsung saja kuubah power management di soulmateku. Dan berikut konfigurasi power scheme yang kini kugunakan di laptopku:
Yup, fitur turn off harddisk dan stand by kumatikan. Semula pada tab advanced pada opsi "When I close the lid of my portable computer:" kupilih opsi stand by. Namun, sekarang ku lebih memilih Do nothing. Berikut screen shoot-nya:
Emang apa hubungannya stand by dan harddisk? Hm, karena saat komputer dalam keadaan stand by atau kalau di linux lebih dikenal dengan istilah suspend, maka monitor dan harddisk akan dimatikan, namun sebenarnya komputer tersebut masih hidup. Bisa dibilang, komputer dalam keadaan setengah mati. Jadi, stand by sama dengan turn off monitor ditambah turn off harddisks. Nah, karena adanya turn off harddisks inilah, aku tidak lagi memanfaatkan fitur stand by ini. Btw, masalah ini belum kuketahui secara pasti sih, benar atau tidaknya. Silakan kamu pilih setuju atau tidak dengan pendapatku ini.
Selalu Backup Data ke Media Khusus
Backup data, satu hal penting yang sebenarnya mudah untuk dilakukan, tapi jarang kulakukan. Sudah banyak aku membaca tentang betapa pentingnya backup data. Dan walaupun aku telah terlalu sering kehilangan data, namun tetap saja hal ini belum aku praktekkan secara rutin. Beberapa alasannya adalah manajemen data yang bisa menyita banyak waktu. Tapi memang backup data itu adalah hal yang sangat penting sekali. Aku sangat sarankan untuk melakukannya secara rutin.
Satu hal yang perlu diperhatikan dalam backup data adalah media yang digunakan untuk menyimpan data backup. Sangat disarankan untuk menggunakan media khusus yang hanya digunakan untuk backup. Jangan campur data asli dengan data backup dalam satu media. Karena sama aja bo'ong dong. Misal, kamu punya harddisk yang cukup besar kapasitasnya. Dalam harddisk tersebut, kamu membuat satu partisi khusus yang digunakan untuk backup data. Nah, kalo suatu saat harddisk tersebut rusak secara fisik, maka data backup yang ada di partisi khusus yang juga ada di harddisk itu juga bakal ikut rusak kan?! Oleh karenanya, sangat disarankan untuk memisahkan media yang digunakan untuk data backup dengan media yang berisi data asli.
Sekian sedikit tips untuk menjaga kesehatan harddisk. Maaf, mungkin beberapa tips memang harus dikaji lebih dalam tentang kevalidannya. Maaf bila kalimatnya agak njlimet, insya Allah akan kuperbaiki lagi bila sudah menemukan rangkaian kata yang indah. Hehe. Semoga bermanfaat!! Terima kasih.
Label: TEKNOLOGI

